Prasangka Baik
Mungkin phrase “Prasangka Baik” sudah sering kita dengar, atau kita baca dari satu artikel atau sumber lainnya. Suatu phrase yang sekali lagi, mudah dibaca, diucapkan, tapi tanpa disadari tidak semua orang mudah melakukannya.
“Prasangka baik” tidaklah mungkin terjadi kalau tidak melewati proses berikut:
ikhlas –> bersyukur / bersabar –> prasangka baik
Ya, ternyata untuk melakukannya ada beberapa tahap yang HARUS dilaluinya. Disadari atau tidak, hal yang harus kita mulai sejak kita bangun pagi ini, membutuhkan pembiasaan terlebih dahulu, sebelum dia keluar begitu saja dari dalam diri kita.
IKHLAS
Suatu hal yang prinsip, datang dari keyakinan penerimaan atas apapun yang akan, sedang dan telah terjadi. Biasanya hal ini diperkuat oleh keyakinan terhadap segala apa pun yang diberikan Tuhan pada kita pasti itulah yang terbaik. Kalau ada keluhan, sudah pasti IKHLAS harus masih terus diasah dan dibiasakan. Bukah satu hal yang mudah bukan?. Tapi bagi mereka yang mendapatkannya, sangat mudah pula menjawab MUDAH, karena mereka tanpa disadari juga telah melakukannya setiap saat.
BERSYUKUR / BERSABAR
Ketika datang suatu kenikmatan atau kesenangan, ada beberapa di antara kita berekspresi atau melampiaskan rasa tersebut dengan senyum, tertawa, bahkan ada yang berlompatan. Di tempat lain ada juga yang melakukan sujud syukur dan mengucapkan Pujian kepada Tuhan.
Pertanyaannya, apakah itu sudah bersyukur?. Ternyata baru bagian dari ekspresi saja. Tindakan bersyukur yang paling konkrit atau nyata adalah memanfaatkan “apapun”, besar atau kecil, yang dirasa maupun tidak, atas segala pemberian dari TUHAN tentunya, tanpa adanya harapan baru atau perasaan masih kurang dari yang ada dan kita terima sekarang ini. Tentunya hal ini harus didahului dengan sikap IKHLAS. Kalau tidak, perasaan menerima yang telah ada sekecil apapun dan mengesampingkan keluhan sekecil apapun jadi sulit untuk berbuah SYUKUR. Kalau kita tidak pernah bersyukur, atau menghargai pemberian TUHAN, jangan berharap akan datang kenikmatan tambahan yang lebih besar kepada kita.
Ketika kita tertimpa musibah, suatu hal yang menyakitkan hati atau adanya harapan yang bukan mejadi kenyataan bahkan sebaliknya, ada beberapa di antara kita menangis, kesal, berteriak histeris, atau tidak sedikit yang melakukan tindakan tertentu sampai ada yang bunuh diri. Di tempat lain ada yang mengutuk TUHAN dan mengucapkan kata-kata ejekan karena dirasa apa yang menimpanya tidaklah adil. Meskipun juga ada sebagian dari kita yang berdiam diri saja bahkan tanpa ekspresi yang keluar dari wajahnya.
Pertanyaannya, apakah itu sudah bersabar?. Itu hanyalah bagian ekspresi saja. Sama halnya dengan syukur, sabar merupakan sikap memanfaatkan “apapun”, besar atau kecil, yang dirasa maupun tidak, atas segala pemberian dari TUHAN tentunya, tanpa adanya harapan baru atau perasaan masih kurang dari yang ada dan kita terima sekarang ini. Juga hal ini harus didahului dengan sikap IKHLAS. Kalau tidak, perasaan menerima sekecil apapun dan mengesampingkan keluhan sekecil apapun jadi sulit untuk berbuah SABAR.
Perbedaan SYUKUR dan SABAR hanyalah situasinya saja. Hal ini bisa kita rasakan apakah itu berupa kenikmatan atau kepedihan, kesenangan atau kesedihan, semua sangat tergantung penyikapannya.
Seperti waktu kita sekolah, setiap ingin naik kelas, pasti kita akan melalui sebuah ujian kenaikan tingkat. Ada soal yang mudah, ada juga soal yang dirasa sulit. Apapun itu, semua harus kita lalui, kalau kita ingin naik kelas. Jika tidak lulus ujian, wajar saja kita harus mengulang kelas yang sama dan diuji di kelas yang sama pula.
Begitulah kehidupan, penyikapan atas segala hal yang datang dan diberikan TUHAN kepada kita adalah jalan untuk peningkatan tingkat SYUKUR dan SABAR kita, dan sudah tentu akan datang lagi cobaan berikutnya yang kelas nya tentu akan lebih meningkat pula sesuai keberhasilan kita menyikapi cobaan sebelumnya.
PRASANGGKA BAIK, hadir setelah tingkat IKHLAS serta SYUKUR / SABAR kita telah biasa. Suatu keharusan pada tingkatan ini untuk memulai hari dengan “prasangka baik” agar sikap mental, penyiapan diri menjadi lebih kuat dan siap menghadapi apapun yang akan datang ke arah kita maupun yang akan kita lalui untuk hari ini dan seterusnya.
Semoga membantu.
Abinya FataInfeksi Telinga
PETAKA DI BALIK KEBIASAAN SEHARI-HARI
Infeksi telinga bisa menyerang siapa saja. Tanpa pandang bulu, mulai balita hingga orang dewasa. Vertigo hingga radang otak adalah akibat yang ditimbulkannya. Penyebabnya beragam. Misalnya, mengorek telinga dan membuang ingus!
Pasti semua dari Anda sering membersihkan telinga dengan cara mengoreknya dengan cotton buds. Tetapi sadarkah Anda, bahwa mengorek telinga yang dilakukan sembarangan bisa menyebabkan infeksi yang berujung fatal?
Telinga adalah indera pendengaran yang strukturnya terbagi menjadi tiga area, yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Telinga luar berupa kulit seperti kulit kita dan areanya meliputi dari liang telinga sampai gendang telinga. Area telinga tengah meliputi gendang telinga sampai hampir masuk ke rumah siput. Sedangkan telinga bagian dalam meliputi rumah siput sampai ke dalam.
Menurut dr. Cita H. Murtjantyo, spesialis THT (divisi kanker) R.S. Kanker Dharmais Jakarta, infeksi bisa terjadi pada ketiga tempat ini. Yang paling sering adalah telinga luar. “Biasanya karena terlalu sering dikorek. Sembarangan mengorek-ngorek telinga tanpa tahu jelas areanya bisa mengiritasi dinding telinga bahkan melukai gendang telinga,” jelas Cita.
Penyebab infeksi liang telinga bermacam-macam. Bisa karena kuman, jamur, luka korekan yang melebar, eksim, dan kelainan pendengaran berupa terlalu banyaknya kotoran telinga.
Yang mesti diingat, di liang telinga ada malam (wax) atau serumen telinga yang menghasilkan minyak berwarna kuning atau coklat muda. “Serumen itu merupakan pelindung telinga kita. Nah, ini yang selalu disalahartikan sebagai kotoran dan selalu dikorek-korek,” papar Cita.
ANAK RENTAN TERKENA
Infeksi juga bisa menyerang telinga tengah. Penyebabnya ada hubungannya dengan organ THT yang lain, seperti radang tenggorok, infeksi amandel, adenoid, sinusitis, dan alergi. Karena telinga tengah dihubungkan dengan saluran tuba eustasii, jika ada kuman di daerah THT lain, kuman tersebut bisa naik ke telinga lewat saluran ini.
Ada beberapa infeksi yang terjadi di telinga tengah, antara lain:
1. Otitis Media Akut (OMA) atau radang telinga tengah.
OMA banyak terjadi pada anak-anak karena sumber-sumber infeksi dari radang tenggorok atau pilek yang terus-menerus. Kenapa anak lebih mudah terkena infeksi telinga tengah? Hal ini lantaran jarak dari tenggorok atau hidung ke tuba eustasii masih pendek. Jadi infeksi di tenggorok mudah naik ke telinga. Selain itu, tuba eustasii pada anak masih lebar sehingga kuman gampang masuk.
2. Otitis Media Efusi (OME)
Pada saat pilek terus-menerus, lendir yang dtimbulkan juga bisa menumpuk di ruang telinga tengah. Inilah yang disebut OME. Dalam hal ini, terjadi penumpukan efusi atau lendir yang menyebabkan gangguan pergerakan dari tulang-tulang pendengaran, yaitu tidak bisa bergetar dengan baik.
Efusi juga bisa terjadi karena penyembuhan pada telinga tengah yang tak sempurna. Kadang, infeksi sudah hilang tetapi lendir masih ada dan mengendap di ruang telinga tengah. Jika tidak tertangani dengan baik bisa berkembang menjadi glue ears, seperti lem yang mengental di telinga tengah.
Efeknya, pendengaran menurun. Gendang telinga tampak utuh tetapi tak mendengar saat dipanggil atau mengalami gangguan di sekolah misalnya prestasi sekolah turun. OME sering terjadi pada anak-anak usia sekolah.
3. Otitis Media Supurativa Kronis (OMSK)
Infeksi terus-menerus bisa mengakibatkan gendang telinga sobek. Infeksi ini ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga karena gendang telinga sudah pecah. Pecahnya gendang telinga bisa disebabkan adanya infeksi di telinga maupun penyebaran dari infeksi di sekitarnya.
Anak-anak lebih mudah terkena congek. Pasalnya, organ-organ tubuh mereka belum mature, atau matang, dengan sempurna dan organ-organ tersebut letaknya sangat berdekatan dan dindingnya masih tipis. Sedangkan pada dewasa, congek terjadi karena kebiasaan mengorek-ngorek telinga yang mengakibatkan gendang telinga pecah.
Alergi yang tak tertangani dengan baik pada anak komplikasinya pun bisa mengakibatkan congek. Alergi bisa menyebabkan infeksi karena terjadi ketidakfungsian tuba eustasii yang berguna menyamakan tekanan di dalam tuba dengan di luar.
Pada penderita alergi, tuba cenderung susah membuka dan menutup sehingga terganggu. “Jadi, orangtua sebaiknya tidak menyepelekan jika anak mereka terkena pilek. Jangan sampai pilek itu berimbas pada organ yang lain,” anjur Cita.
Congek juga terjadi karena perkembangan dari radang telinga yang tak tertangani dengan bagus, pengobatan dengan antibiotik yang tak sepadan sehingga kuman tumbuh secara diam-diam. Hal ini bisa mengakibatkan gendang telinga pecah dan keluar lendir.
TULI SAMPAI VERTIGO
Infeksi pada telinga harus sesegera mungkin ditangani. Jika terkena infeksi pada bagian telinga luar, penanganannya seperti halnya dengan luka di kulit, yaitu diobati dan diberi obat tetes.
Untuk infeksi telinga tengah, semisal congek, jika dua bulan cairannya hilang-timbul artinya sudah menjadi kronis dan mungkin diperlukan suatu operasi, tergantung hasil pemeriksaan. Penderita congek masih bisa mendengar tetapi kurang. Getarannya kurang dan akan turun hingga 20-30 desibel.
Selain itu, jika congek dibiarkan terus-menerus, infeksi akan menjalar ke telinga yang lebih dalam. Jika sudah masuk ke bagian yang lebih dalam dan terkena saraf-saraf, bisa tuli. Gangguan pada telinga dalam juga bisa menyebabkan gangguan pada saraf (muka bisa perot), vertigo terus-menerus pada dewasa, dan bisa menggangu otak (radang otak).
Pada congek yang berbahaya juga bisa menyebabkan komplikasi ke otak. Penanganannya? Mau tidak mau harus operasi untuk mengambil sumber perusaknya, yaitu kolesteatoma. Karena itu, Cita menyarankan, jika sudah terkena bagian telinga luar sebaiknya berhati-hati agar tidak terkena pada bagian lain.
BAHAYA, MENGEDOT SAMBIL TIDUR
Kebiasaan atau aktivitas keseharian kita ternyata juga bisa mengakibatkan telinga terinfeksi. Apa saja?
- Mengedot sambil tidur.
Pada anak yang mengedot sambil tidur, dalam posisi tertentu terjadi yang namanya refluks di mana kuman dari tenggorok tersedot masuk ke telinga. Karena saluran tuba eustasii yang menghubungkan antara telinga dan tenggorok masih pendek dan lebar. Saran Cita, sebaiknya sejak dini latih anak Anda mengedot dalam posisi duduk atau setengah duduk.
- Hindari berenang.
Jika memiliki luka di telinga, jangan berenang. Jamur bisa bekembang di telinga jika ada luka. Orang yang gendang telinganya sudah pecah dan sudah terkena congek, tidak boleh berenang. Begitu juga dengan air yang masuk ke hidung. Jika ada infeksi sinusitis, bisa jadi congek.
- Buang ingus.
Buang ingus terlalu keras bisa membuat gendang telinga tertarik dan pecah. Cara buang ingus yang benar adalah bergantian dengan kekuatan yang tidak dipaksakan.
TIPS
* Mengorek telinga. Bersihkan daun telinga dengan cotton buds, jangan liang telinganya. Serumen di sekitar liang telinga masih dibutuhkan untuk melindungi telinga. Termasuk mengangkat debu-debu dari luar supaya tidak masuk telinga. Apalagi, kotoran telinga punya self cleaning sendiri. Jika pendengaran terganggu dengan serumen yang sangat menumpuk, datanglah ke dokter THT.
* Cari penyebabnya. Jika ada keluhan telinga gatal atau sakit, segera cari penyebabnya. Hindari mengobati sendiri dengan jari, cotton bud, atau benda-benda lain.
* Telinga harus kering. Gendang telinga yang sobek bisa menutup, dengan catatan harus selalu kering alias tidak boleh berair. Kalau pun luka, tidak boleh berair.
* Infeksi THT. Perhatikan infeksi-infeksi di daerah seputar THT, seperti amandel yang selalu bermasalah, sakit tenggorok yang berulang, dan sinusitis.
* Rutin ke dokter. Pada anak-anak sebaiknya rutin ke dokter THT serutin ke dokter gigi, yaitu 6-12 bulan sekali. Untuk dewasa, bila tidak ada kelainan anatomi dan telinganya sehat, cukup setahun sekali.
tulisan asli di http://www.henlia.com/?p=1226 *******************English************* (catastrophe behind the daily habit)Ear infections can affect anyone. Indiscriminately, from toddlers to adults. Vertigo due to brain inflammation caused. Causes vary. For example, choose ear and blew his nose!
Surely all of you often clean the ear by means by scrapping with cotton buds. But you realize, that the ear probes done carelessly can cause infection leading to fatal?
The ear is the sense of hearing that its structure is divided into three areas, namely external ear, middle, and deep. Outer ear in the form of skin such as skin and covers an area of the ear canal to the eardrum. Area middle ear includes the eardrum until almost went into the cochlea. While the inner ear includes the cochlea up to the inside.
According to dr. Cita H. Murtjantyo, ENT specialist (division of cancer) Dharmais Cancer Hospital, Jakarta, infection can occur on the site. The most frequent is the outer ear. “Usually because too often scraped Gratuitous prying ears without knowing clearly the wall of the ear can irritate and even injure the eardrum.,” Cita said.
Causes of ear canal infection varies. Could be due to bacterial, fungal, wound korekan a widened, eczema, and hearing loss in the form of too much ear wax.
What must be remembered, in the ear canal is the night (candle) or ear wax that produces yellow or brown colored oil. “This is a protective wax in our ears So. It’s always mistaken for dirt and always scraped-match,” said Cita.
VULNURABLE CHILDREN
Infection can also attack the middle ear. The reason has to do with another ENT organs, such as sore throat, infection of the tonsils, adenoids, sinusitis, and allergies. Because the middle ear is connected to the fallopian tubes eustasii, if there are other germs in the ENT area, the bacteria can go up to the ear through this channel.
There are some infections that occur in the middle ear include:
1. Acute otitis media (AOM) Middle ear inflammation
AOM many occur in children as a source of infection from strep throat or runny nose constantly. Why children are more susceptible to middle ear infection? This is because the distance from the throat or nose into the fallopian eustasii still short. So the infection in the throat easily go to the ear. In addition, eustasii tuba in children is still wide so that germs easily enter.
2. Otitis media effusion (OME)
At constant runny nose, mucus dtimbulkan can also accumulate in the middle ear space. This is called OME. In this case, there is effusion or accumulation of mucus that causes the movement disorder of bone loss, which can not vibrate properly.
Effusions may also occur due to the healing of the middle ear is not perfect. Sometimes, the infection is gone but the mucus is still there and settled in the middle ear space. If not handled properly can develop glue ear, like a glue that thickened in the middle ear.
Securities, hearing decreased. The eardrum appears intact but did not hear when called or having problems at school such as school achievement falls. OME common in school-age children.
3. Supurativa chronic otitis media (SCOM)
Infection can cause a torn ear drum continuously. The infection is characterized by discharge from the ear due to ear drum damage. Rupture of the eardrum can be caused by infection in the ear and spread infection around it.
Children are more susceptible to “congek” (inflamed). Because their organs are immature, or mature, with a perfect and an organ that is located very close together and the walls are still thin. While in adults, occurs because the habit of prying congek ear causes the eardrum to rupture.
Allergies are not handled properly in children can lead to complications “congek”. Allergies can cause infection because the tube eustasii no useful function equalize the pressure inside the tube out.
In people with allergies, the tubes tend to be difficult to open and close so disturbed. “So, parents should not be underestimated if their children exposed to colds. Do not let the flu that resulted in other organs,” Cita said.
“Congek” also occur due to the development of inflammation of the ear that are not handled properly, treatment with antibiotics is not feasible so that the germs grow secretly. This could lead to rupture the eardrum and mucus out.
DEAF UNTIL VERTIGO
Ear infections should be treated as soon as possible. If exposed to infection in the outer ear, handling and break in the skin, treated and given the drops.
For middle ear infections, such as “congek”, if two months means the fluid has become a chronic intermittent and may need surgery, depending on the results of the examination. Patients “congek” can still hear but less. Less vibration and will drop to 20-30 decibels.
In addition, if “congeK” left continuously, the infection will spread to the deeper ear. If you have entered into the deeper part and the exposed nerve, could be deaf. Disturbances in the inner ear can also cause interference with the nerve (face can Perot), constant vertigo in adults, and can disrupt the brain (brain inflammation).
In a dangerous “congek” can also cause complications to the brain. Handling? Do not want to have an operation to retrieve the source perusaknya, namely kolesteatoma. Therefore, Cita suggest, if exposed to the outer ear should be careful not to hit on other parts.
“NIPPLING” DANGER WHILE YOU SLEEP
our daily habits or activities that can also cause ear infections. Anything?
- Nipple while you sleep
In children who “nippling” during sleep, in a certain position there is such thing as reflux in which the germs from the throat is sucked into the ear. Because eustasii fallopian tubes that connect between the ear and throat are still short and wide. Cita advice, we recommend early “nippling” train your child in a sitting or half sitting.
- Avoid swimming
If you have a wound on the ear, do not swim. Fungi can grow on the ear if there are injuries. People who have ruptured eardrum and had been exposed to “congek”, should not be swimming. So is the water entering the nose. If there is a sinus infection, could “congek”.
- Throw snot
Discard the nose too hard can make the flower and burst eardrums. How to properly dispose of snot that turns with the power that is not imposed.
TIPS
* Selecting the ear. Clean ears with cotton buds, not to the ear canal. Wax around the ear canal is still needed to protect the ears. Includes lift dust from the outside so as not to enter the ear. Besides, it has ear wax self-cleaning. If hearing impaired with a wax that has accumulated, came to the ENT doctor.
* Find the cause. If there are complaints ear itching or pain, immediately find the cause. Avoid self-medication with a finger, cotton bud, or other objects.
* The ear should be dry. A torn ear drum could be close, with a note should always be dry, aka should not be watery. If the wound, should not be watery.
* ENT Infections. Notice in the vicinity of ENT infections, such as the tonsils are always problematic, recurring sore throat, and sinusitis.
* Routine to the doctor. In children must regularly see a doctor ENT serutin to the dentist, which is 6-12 months. For adults, if there is no anatomical abnormality and healthy ears, only once a year.
My name is Fata haba Husni. I am using hearing aids to help me to hear and then to talk (after hear of course). I was borned on 24th May 2004.