(F)ata (H)aba (H)usni

Sharing: Hearing Impairment & Lose

Radang Telinga Bukan Hanya Penyakit pada Anak

180px-earANDA menderita nyeri, rasa penuh di telinga, berdenging atau kehilangan pendengaran? Hati-hati, bisa jadi Anda mengalami otitis (radang telinga). Jenis radang telinga yang umum adalah otitis media, yaitu infeksi pada telinga tengah serta otitis eksterna atau radang telinga luar.

Penyebab otitis media, demikian situs web Pusat Kesehatan McKinley, Universitas Illinois, Urbana-Champaign, Amerika Serikat, adalah virus atau bakteri. Bisa juga akibat alergi, pembesaran adenoid (jaringan limfoid di rongga tekak bagian atas) maupun batuk pilek.

Sedang otitis eksterna seringkali disebabkan oleh goresan akibat benda-benda yang masuk ke saluran telinga atau air. Selain itu, juga akibat bakteri atau jamur.

Penyumbatan saluran eustachia (saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorok yang berfungsi menyeimbangkan tekanan) pada saat batuk pilek, alergi atau infeksi saluran pernapasan atas, ditambah adanya bakteri atau virus, menyebabkan penimbunan cairan/nanah di belakang gendang telinga. Tekanan cairan di gendang telinga menimbulkan rasa nyeri, penuh di telinga, serta kehilangan pendengaran.

Gendang telinga yang berbentuk selaput tipis transparan, sebagaimana dijelaskan pada situs web Departemen Otolaringologi-Bedah Kepala dan Leher Fakultas Kedokteran Universitas Ankara, akan bergetar jika ada gelombang suara. Getaran itu kemudian disalurkan tulang-tulang kecil di telinga tengah yang terletak di belakang gendang telinga ke telinga dalam. Di situ terdapat saraf pendengaran yang melanjutkan transmisi sinyal suara ke otak.

***

OTITIS media akut umumnya terjadi pada anak-anak. Pasalnya, saluran eustachia anak lebih pendek dari orang dewasa sehingga bakteri dan virus mudah masuk ke telinga tengah. Tetapi, penyakit itu bisa juga terjadi pada orang dewasa.

Pada anak-anak, otitis menyebabkan mereka menjadi rewel, sering menggaruk atau menarik-narik telinga, demam, muntah, serta keluar cairan dari telinga. Hal serupa juga terjadi pada orang dewasa, seringkali disertai pusing dan kehilangan keseimbangan.

Pada otitis eksterna, telinga dan saluran menjadi merah dan membengkak sehingga nyeri kalau tersentuh. Kadang-kadang juga keluar cairan, rasa penuh pada telinga, serta kehilangan pendengaran.

Pengobatan biasanya dengan antibiotika oral, bisa juga dengan tetes telinga mengandung antibiotika untuk mengenyahkan bakteri. Jika penyebabnya jamur, diberi antijamur. Seringkali dokter juga memberikan obat pelega pernapasan, antihistamin, maupun penghilang nyeri sesuai kebutuhan.

Penderita disarankan beristirahat untuk meningkatkan kondisi tubuh, minum banyak air-enam sampai delapan gelas per hari-terutama jika ada demam. Pada otitis eksterna, telinga harus dijaga agar tetap kering.

***

YANG perlu diperhatikan untuk mencegah radang telinga adalah jangan pernah memasukkan benda ke telinga, termasuk kapas bertangkai (cotton buds) untuk membersihkan telinga. Kapas bertangkai justru mendorong kotoran telinga masuk ke dalam dan melukai gendang telinga. Benda itu juga bisa menggores saluran telinga. Biarkan rambut-rambut halus di telinga mengeluarkan kotoran telinga secara alami. Jika ada masalah, mintalah dokter untuk melakukannya.

Hal lain, hindari kontak dengan zat penyebab alergi yang dicurigai. Alergi bisa menimbulkan pembengkakan saluran eustachia sehingga terjadi penyumbatan dan mengubah keseimbangan tekanan udara di telinga tengah. Selain itu, batuk pilek harus segera diobati.

Menurut Perkumpulan Otolaringologi-Bedah Kepala dan Leher Amerika, otitis media bisa menjadi serius jika infeksi menyebar ke bagian kepala terdekat, terutama mastoid (tulang karang).

Jika obat-obatan dipandang kurang efektif, dokter akan melakukan myringotomy, insisi (irisan kecil) pada gendang telinga untuk mengeluarkan cairan yang terkumpul di belakangnya, serta menghilangkan nyeri. (atk)

lihat http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0208/05/211212.htm

February 3, 2009 - Posted by | Artikel

1 Comment »

  1. emmm….sepertinya opung (Neneknya Nayla) kena radang telinga, sampai saat ini masih berdenging, katanya. menurut dokter kedua gendang telinganya dah robek lama, tapi alhamdulillah sejauh ini pendengarannya sebelum radang baik2 saja walaupun ada sedikit penurunan yang tidak begitu mengganggu. Alhamdulillah, betapa harus bersyukurnya kita yang masih diberikan pendengaran baik.

    Comment by Ummi Nayla | February 20, 2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: