(F)ata (H)aba (H)usni

Sharing: Hearing Impairment & Lose

Lagi Sekolah Menolak Fata

Menjelang dimulai nya tahun ajaran baru 2011/2012, orang tua berlomba-lomba mencari sekolah yang dianggap terbaik untuk putra putrinya. Demikian juga kami, orang tua FATA. FATA akan masuk SD. Seperti biasa, kesana – kemari kami mencoba dan selalu mendapat penolakan yang sama. SEDIH, YA! Tapi semangat menyamakan FATA dengan anak yang lain tidak pernah sirna, sampai akhirnya, kami berlabuh di sebuah sekolah yang (hampir mau) menerima FATA.

YA! BENAR, hanpir mau. Kenapa? Karena tidak seperti anak lain yang melakukan pendaftaran, ditest, lulus, kemudian diterima. Fata sebelum ditest pun sudah ditolak, karena apa? Karena dianggap dia tidak dapat mengikuti pelajaran seperti teman-teman nya yang lain. Lho kok bisa? Ya, karena dia menggunakan alat bantu dengar!!!

Segera kami mempersiapkan diri dengan berbagai argumentasi, tapi pihak yayasan masih menolak. Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dorongan rekan-rekan orang tua dan guru FATA sewaktu di TK, negosiasi dengan pihak sekolah mengalami kemajuan. Permintaan kami cuma satu : “Samakan perlakukan FATA dengan anak lain!!!, tidak kurang tidak lebih”. Sisanya biarkan kami orang tua nya yang melengkapi.

Meski pun pada akhirnya kami harus membuat “perjanjian” dengan pihak sekolah, kami TIDAK AKAN MENYERAH. FATA punya hak yang sama dengan lain. Dan itu yang SEHARUSNYA.

Salam

Abinya Fata

==================================================================

By starting his new school year 2011/2012, the parents vying for schools that are considered best for his daughter’s son. Likewise, we parents FATA. FATA will enter elementary school. As usual, there – here we try and always get the same rejection. Sadly, YES! But the spirit of FATA equate with the other children have never faded, until finally, we landed in a school that (almost want to) accept the FATA.

YES! TRUE, hanpir want. Why? Because unlike other children who apply for registration, tested, passed, and then accepted. Fata before tested had been rejected, because of what? Because he is considered not to follow the lesson as friends in the other. Why how come? Yes, because he uses a hearing aid!

Soon we prepare ourselves with the various arguments, but the foundation still refused. Alhamdulillah, thanks to the grace of Allah the Almighty, colleagues urge parents and teachers while in kindergarten FATA, negotiations with the school progress. We request only one: “Equalized treat FATA with other children!, not less not more “. The rest of us parents let her complete.

Even though in the end we had to make a “covenant” with the school, we WILL NOT GIVE UP. FATA have the same rights as others. And that’s what SHOULD.

Greeting

Abinya Fata

March 17, 2011 - Posted by | Cerita

3 Comments »

  1. pak beny maaf sebelumnya,apakah fata pernah belajar di slb b?soalnya arya juga bingung mau sekolah dimana?padahl slb di magelang pakenya bahasa isyarat…

    Comment by RIRIN | May 12, 2011

  2. Tidak pernah Bu,

    Fata di sekolah normal. Tidak ada masalah, perlakuan juga tdk perlu khusus. Tinggal kita orang tua yg melengkapinya.

    Jangan sungkan kalau mau sharing ya Bu.

    Terima kasih.

    Beny Sudarmaji CM. Nlp, CHt
    Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

    Comment by fatahabahusni | May 12, 2011

  3. Semangat terus, pak! Kita kan tidak meminta diberi perlakuan khusus. Perlakukan anak-anak kita sama dengan anak-anak lain. Sisanya biarlah orang tua yang bekerja keras untuk membantu anak untuk mengikuti pelajaran di sekolah….

    Comment by Dion Ibunya Menur | June 7, 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: